Bakamla Resmikan Desa Maritim di Pandeglang

0

Koranjurnal.co.id, Banten – Bakamla meresmikan pembentukan desa maritim di Desa Panimbangjaya. Deputi Inhuker Bakamla Irjen Pol Dr. Abdul Gofur, Drs., M.H. meresmikan pembentukannya secara simbolis dengan pembukaan tirai gapura yang dilaksanakan pada puncak acara tahap pembangunan desa maritim, di Desa Panimbangjaya, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (09/05/2018) kemarin.

Pembangunan desa maritim di desa Panimbangjaya merupakan contoh model kerja sama antara Bakamla dengan Pemkab Pandeglang dalam upaya untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
“Kami dari Pemkab Pandeglang menyambut baik atas kepercayaan dan gagasan yang sangat baik manfaatnya bagi masyarakat pesisir,” ungkap Bupati Pandeglang usai penandatanganan MoU Bakamla dengan Pemkab Pandeglang.
Lebih lanjut dikatakannya, saat ini untuk masalah pengawasan, keamanan dan keselamatan laut, kita tidak memiliki perangkat.  Hadirnya Bakamla sangat membantu dalam pengawasan perairan dari penyelundupan narkoba atau terorisme yang dapat merusak generasi penerus bangsa Indonesia, katanya.
Dijelaskannya pula, Pandeglang yang memiliki panjang pantai 207 km dan 501 pulau masih perlu banyak pengawasan. Dalam pelatihan yang akan diadakan Bakamla bulan depan, Bupati Pandeglang menganggap perlunya dilibatkan perangkat Pemerintah Kabupaten, dengan merekrut masyarakat desa maritim yang dibentuk Bakamla hari ini.
Menurutnya pula, seluruh  perangkat masyarakat desa harus tahu manfaat dari pelatihan terhadap tindakan penyelundupan narkoba, teroris dan tempat sembunyinya tindakan ilegal di pulau pulau di Banten.
Sementara itu, Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Irjen Pol Dr. Abdul Gofur, Drs., M.H mengatakan dalam sambutan di balai desa, melalui pembentukan desa maritim di desa Panimbangjaya Kabupaten Pandeglang ini, diharapkan pengetahuan  dan pemahaman masyarakat pesisir terhadap keamanan dan keselamatan laut dapat meningkat. Demikian pula dengan kesejahteraan masyarakatnya, sehingga pada akhirnya masyarakat pesisir akan menjadi garda terdepan dalam pemberian informasi keamanan dan keselamatan laut.
Sebagai tindak lanjut dari pembentukan desa maritim ini, maka  dilakukan serangkaian kegiatan diantaranya pelatihan keamanan dan keselamatan laut, sosialisasi dan penyuluhan, pembinaan masyarakat serta program-program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam tahapan Pembangunan Desa Maritim ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti pembangunan gapura desa maritim dan aksi nyata pembersihan pantai yang melibatkan sebanyak 100 orang sukarelawan dan nelayan.
Peresmian dan puncak acara tahap pembangunan desa maritim dihadiri pula oleh Kepala Biro Umum Bakamla Brigjen TNI (Mar) Sandy M. Latief, Kepala Unit Penindakan Hukum Bakamla Brigjen Pol Drs. Frederik Kalalembang, Kasubdit Kerjasama Dalam Negeri Elli Susiyanti, S.H., M.H,. M.M., dan staf ahli bidang Pemerintah Hukum dan Politik dr.Asmani, M.M.(red/Hum)