Pesantren Madinatunnajah At-Taqwa Al-Amin Sukabumi Ajak Santri Kembangkan Peternakan dan Pertanian

0

Koran Jurnal, Jakarta – Ibadah qurban pada bulan Dzulhijah adalah momentum bagi umat Islam di dunia. Momen untuk ber-qurban hewan ternak, seperti sapi, kerbau, ataupun kambing.

Hari raya qurban ini pun sangat semarak di Indonesia yang lebih dari 85 persen penduduk nusantara beragama Islam, artinya ada lebih dari 200 juta orang di Indonesia yang memahami tentang ibadah qurban.

Potensi ini mengilhami Abdul Khalid, Pimpinan Yayasan Pesantren Madinatunnajah At-Taqwa Al-Amin. Abdul Khalid sendiri adalah cucu dari Pendiri Yayasan Madinatunnajah yang berada di desa Benda, Kampung Manggis Hilir, Sukabumi Utara.

Pada 2016, ia merencanakan sebuah komunitas pemberdayaan manusia berkarakter kewirausahaan yang mandiri, berwawasan ramah lingkungan dengan memanfaatkan santri-santri yayasan pesantren yang mayoritas adalah yatim piatu.

Para santri diajarkan belajar mengelola sebuah peternakan sapi yang dipersiapkan untuk ber-qurban. Mereka pun diajarkan bagaimana mengelola sosial media, penggunaan internet melalui smartphone untuk berjualan qurban agar mampu menjual hewan qurban yang telah dikelolanya.

Ekosistem yang diciptakan Yayasan Pesantren ini pun akhirnya terus berinovasi. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, ekosistem ternak sapi ini terus berkembang.

Cukup dengan membuka sosial media Instagram @attaqwa.farming melalui smartphone, maka para konsumen dapat melihat proses dari hulu ke hilir dari peternakan sapi yang dikelola oleh santri-santri dan bisa langsung memesan hewan qurban yang konsumen inginkan.

“Ini sesuai dengan harapan kedepan yaitu Dari At-Taqwa, Oleh Santri, Untuk Masyarakat,” ujar Abdul Khalid.

Dengan membantu usaha masyarakat setempat dibidang pertanian dan peternakan, santri-santri dipersiapkan untuk menjadi wirausaha setelah lulus dari Pesantren.

“Tujuannya adalah mempersiapkan santri dalam membangun nilai-nilai kemandirian dalam berwirausaha dan mampu membuka lapangan pekerjaan dan menswasembadakan masyarakat setempat,” ujar Abdul Khalid.(red)