Categories
Militer TNI

Wakasad Dampingi Menhan Berikan Ceramah Pembekalan Siswa Seskoad

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Moch. Fachrudin, S.Sos. mendampingi Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto memberikan ceramah pembekalan kepada siswa Seskoad Dikreg-59 yang diikuti oleh 451 siswa, bertempat di Ruang Jenderal Gatot Subroto, Seskoad, Bandung, Kamis (13/08/2020).

Kedatangan Menhan Prabowo Subianto disambut hangat Wakasad, Komandan Seskoad, Wadan Seskoad dan beberapa pejabat Seskoad lainnya.

Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Anton Nugroho, MMDS., M.A., dalam kesempatan tersebut memberikan sambutan sekaligus membacakan Riwayat Hidup singkat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Menhan memberikan pembekalan kepada siswa Sekoad selama kurang lebih satu jam. Para siswa Seskoad mendapatkan pencerahan tentang pertahanan negara dan berbagai kebijakan tentang pertahanan negara.

Setelah selesai memberikan ceramah, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, serta pemberian cinderamata dari Danseskoad dan dari perwakilan siswa Seskoad Mayor Inf Fransiscus Renoten kepada Menhan Prabowo Subianto. Bersamaan dengan itu Menhan Prabowo Subianto turut pula memberikan cinderamata kepada Danseskoad.

Rangkaian acara kunjungan Menhan tersebut diakhiri dengan foto bersama dengan Wakasad dan para pejabat Seskoad lainnya.(disp/red)

Categories
Polhukam

Prabowo Subianto Siap Hadiri Acara Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin di MPR RI

Koran Jurnal, Jakarta – Sempat jadi rivalnya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menyatakan dirinya akan hadir pada pelantikan Joko Widodo (Jokowi) – KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024, yang akan dilaksanakan di Gedung MPR RI, Jakarta, Minggu (20/10) mendatang.

“Ya kalau diundang ya hadirlah. Gimana kalau diundang lurah harus hadir,” kata Prabowo Subianto menjawab wartawan usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Jum’at (11/10/2019).

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus itu mengingatkan, kita sebagai negara harus bersatu, sebagai bangsa kita harus bersatu. Kalau ada kekurangannya kita selesaikan di dalam ruangan. “Saya kira demikian,” ujarnya.

Menurut Prabowo, usai bertemu dengan Presiden Jokowi, dirinya akan menerima pimpinan MPR RI yang mengantarkan undangan kepada dirinya untuk menghadiri pelantikan Presiden RI Periode 2019-2024, Minggu (20/10) mendatang.

“Saya akan kedatangan rombongan MPR. Saya tanya ada apa rombongan MPR bertemu saya, katanya mau undang saya ke pelantikan presiden,” ungkap Prabowo Subianto.(hum/red)

Categories
Polhukam

Presidium Relawan Indonesia Bersatu Apresiasi Pertemuan Jokowi dan Prabowo di MRT

Koran Jurnal, Jakarta – Puluhan organ relawan Jokowi yang tergabung dalam Presidium Relawan Indonesia Bersatu (RIB) mengapresiasi pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, di kawasan Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada pagi tadi, Sabtu (13/07/2019).

“Presidium Relawan Indonesia Bersatu mengucapkan selamat atas rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo di MRT Jakarta demi keutuhan NKRI,” ujar Ketua Presidium RIB Lisman Hasibuan saat dijumpai di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (13/07/2019) malam.

Lisman mengatakan, pertemuan itu merupakan momen terbaik bagi bangsa Indonesia dan mengakhiri berbagai polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat selama pemilihan umum (pilpres) 2019.

Dia juga mengungkapkan, apa yang disampaikan serta disepakati oleh Jokowi dan Prabowo bahwa tidak ada lagi sebutan pendukung 01 atau 02 yang ada hanyalah Garuda Pancasila dan Merah Putih, adalah merupakan salah satu bentuk rekonsiliasi anak bangsa untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia lebih maju.

“Kita semua bersaudara. Salam Persatuan dan Kesatuan Sila ke 3 Pancasila,” tukasnya.

Diketahui, dalam pertemuan bersejarah itu, Presiden Jokowi menyampaikan harapannya agar para pendukung juga melakukan hal yang sama, karena kita adalah saudara se tanah air.

“Tidak ada lagi yang namanya 01, yang namanya 02, yang namanya cebong, yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda, Garuda Pancasila,” tegas Presiden seraya mengajak semuanya untuk merajut dan menggerakkan kembali persatuan membangun bangsa karena kompetisi global antar negara sangat ketat, sehinga perlu kebersamaan memajukan bangsa ini.

Menanggapi hal itu, Prabowo Subianto sebagai rivalnya menyampaikan sepakat tidak ada lagi julukan cebong dan kampret.

“Saya setuju, sudahlah ngga ada cebong-cebong, ngga ada kampret-kampret, semuanya merah putih,” tegas Prabowo.

Adapun organ-organ Presidium Relawan Indonesia Bersatu yang mengapresiasi pertemuan tersebut yakni, Relawan Do’akan Jokowi Menang, BPJS (Barisan Perempuan Jokowi Sumut), GMKB (Generasi Muda Kasih Bangsa), RAJA Indonesia (Relawan Jokowi Amin), GANN Maju Bersama Jokowi, Projo Jati,
Himpasu (Himpunan Masyarakat Pra Sejahtera Sumut), Sikap JPKP, KNPI, Gerakan Karya Justitia Indonesia (GKJI) DPD Banten, Gerobak Cinta (Nawacita Indonesia, Indonesia Maju), BADJO NKRI (Barisan Dukung Jokowi), Rakyat Indonesia Hebat, dan puluhan organ-organ lain yang tergabung dalam Presidium RIB.(red)

Categories
Nasional Polhukam

Jokowi dan Prabowo Sepakat Tidak Ada Lagi Julukan ‘Cebong’ dan ‘Kampret’

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden terpilih periode 2019-2024 dan rivalnya di Pilpres 2019 Prabowo Subianto akhirnya bertemu bersama di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/07/2019) pagi. Keduanya kemudian bersama-sama naik MRT menuju Stasiun MRT Senayan.

Tiba di Stasiun MRT Senayan, kepada wartawan dalam keterangan pers, Presiden Jokowi mengemukakan, pertemuannya dengan Prabowo Subianto hari ini merupakan pertemuan seorang sahabat, seorang kawan, seorang saudara yang sudah direncanakan lama.

“Tapi Pak Prabowo juga sibuk sering mondar-mandir ke luar negeri, saya pun juga begitu perga-pergi dari Jakarta ke luar daerah dan juga ke luar negeri, sehingga pertemuan yang kita rencanakan itu belum bisa dilaksanakan. Alhamdaulillah hari ini kita bertemu di MRT, karena saya tahu Pak Prabowo belum pernah nyoba MRT,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan setelah kompetisi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang merupakan kompetisi yang sangat berat, baik di antara dirinya dengan Prabowo maupun diantara pendukung. Oleh sebab itu, ia bersyukur sebagai sehabat, sebagai kawan, bisa bertemu kembali dengan Prabowo.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya agar para pendukung juga melakukan hal yang sama, karena kita adalah saudara se tanah air.

“Tidak ada lagi yang namanya 01, yang namanya 02, yang namanya cebong, yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda, Garuda Pancasila,” tegas Presiden seraya mengajak semuanya untuk merajut dan menggerakkan kembali persatuan membangun bangsa karena kompetisi global antar negara sangat ketat, sehinga perlu kebersamaan memajukan bangsa ini.

Menanggapi hal itu, Prabowo Subianto sebagai rivalnya menyampaikan sepakat tidak ada lagi julukan cebong dan kampret.

“Saya setuju, sudahlah ngga ada cebong-cebong, ngga ada kampret-kampret, semuanya merah putih,” tegas Prabowo.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Tohir.

Sementara Prabowo Subianto didampingi oleh Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.(DBPers/red)

Categories
Polhukam

Megawati Soekarnoputri: Saya Kasihan dengan Pak Prabowo Subianto

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan dirinya merasa kasihan kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, dikarenakan sikap orang-orang sekeliling Prabowo yang kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo dengan cara yang tidak pantas.

Megawati Soekarnoputri mengaku, dirinya sangat terganggu dengan sikap orang-orang sekeliling Prabowo Subianto yang seperti itu.

“Kan kasihan ya. Kalau saya bilang, kasihan Beliau (Prabowo). Kenapa orang di lingkungannya seperti begitu?,” kata Megawati Soekarnoputri dihadapan para caleg (calon legislatif) PDI Perjuangan yang mengikuti pembekalan, di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018).

“Seakan-akan itu adalah orang di lingkungannya yang selalu menjalankan hal-hal yang buruk, yang mengkritisi pemerintah dengan cara yang menurut saya bukan kritikan positif,” tambahnya.

Megawati juga menuturkan bahwa ia sengaja menyampaikan kritiknya ini kepada media.

“Saya sengaja buka ke media. Ini adalah hal yang perlu saya katakan,” ujarnya.

Megawati berharap pernyataannya soal orang-orang di lingkungan Prabowo ini tidak dipelintir. Jika pernyataannya dipelintir sehingga timbul kesalahpahaman, Megawati menegaskan akan langsung menelepon Prabowo Subianto untuk menjelaskan konteks pernyataannya ini.

“Kalau saya sebut Pak Prabowo di-bully, saya telpon Pak Prabowo,” lugas Megawati Soekarnoputri yang pernah duet capres-cawapres pada pemilihan presiden 2009 dengan Prabowo Subianto.(ton)

Categories
Polhukam

Relawan Jokowi Poros Benhil Minta Polisi Periksa Prabowo Subianto

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Relawan Jokowi yang menamakan dirinya Poros Benhil meminta kepada kepolisian untuk segera memeriksa Prabowo Subianto dalam kasus penyebaran Hoax atau berita bohong yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

“Kami meminta kepada polisi untuk segera memeriksa Prabowo dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet,” kata Ketua Koordinator Nasional Poros Benhil Aznil Tan dalam konferensi pers di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jum’at (05/10/2018).

Ia mengatakan politik hoax untuk mendapatkan simpatik rakyat adalah politik keji yang harus dilawan. Politik menyebarkan kebohongan dan fitnah selain merusak kredibilitas orang yang difitnah juga memicu konflik horizontal yang terhasut atas berita-berita bohong yang disebarkan tersebut.

“Kami memantau sosok Prabowo yang sudah 2 kali sebagai calon presiden Republik Indonesia sangat kental bernuansa politik hoax dalam strategi politiknya mendapatkan simpatik rakyat. Berapa kali tim Prabowo terbukti mengunakan hoax dan hate speech dan sudah divonis dipengadilan,” jelasnya.

Dirinya pun menduga kuat otak dari semua hoax dan hate speech bertebaran di bumi pertiwi ini sangat kuat didalangi oleh Prabowo Subianto. Namun sangat disayangkan, Prabowo seperti sosok tidak tersentuh untouchables di republik ini atas dugaan sebagai dalang kejahatan-kejahatan hoak dan hate speech.

“Untuk itu, kami dari relawan tergabung dalam Poros Benhil mendesak POLRI untuk segera memproses laporan rakyat atas dugaan Prabowo ikut memprovokasi masyarakat dalam penyebar hoax
pada kasus Ratna Sarumpaet. Selanjutnya kami ikut juga memberi kuasa kepada Farhat Abbas untuk melaporkan yang sudah dilaporkan maqupun belum dilaporkan membongkar sindikat hoax,” bebernya.

Dilokasi yang sama Jufry Lumintang, Ketua Pondasi Satu (P1) mengatakan apa yang dilakukan oleh salah satu (Ratna Sarumpaet) tim Prabowo-Sandi merupakan ide kampanye hitam (black campaign).

“Ini sudah termasuk dalam kampanye hitam. Polisi harus segera menindak hal-hal seperti ini,” tutupnya.

Hadir dalam konferensi pers, Farhat Abbas selaku pengacara dan juga juru kampanye (jurkam) Relawan Jokowi Poros Benhil yang akan melaporkan perbuatan keji penyebaran hoax tersebut kepada pihak kepolisian, dan para ketua organ relawan Jokowi yang tergabung dalam Poros Benhil.

“Poros Benhil mendukung langkah Farhat Abbas melaporkan penyebaran hoax yang dilakukan oleh tim pihak sebelah ke polisi,” seru relawan Jokowi Poros Benhil.(red)