Categories
Polhukam TNI

Kapuspen TNI ke Mahasiswa Unas: Tingkatkan Interpersonal Skill, Kreatif Inovatif, Kembangkan diri untuk jadi Public Relation Handal

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia, adalah Badan Pelaksana Pusat di tingkat Markas Besar TNI yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI, dengan fungsi utama adalah untuk membina dan menyelenggarakan fungsi penerangan di lingkungan TNI secara terpadu dan berlanjut, antara lain pengolahan informasi menjadi bahan publikasi kepada publik dan keluarga besar TNI.

Demikian amanat Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono yang dibacakan oleh Wakapuspen TNI Brigjen TNI Teguh Pudji pada kegiatan kunjungan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional dalam rangka wawancara, di Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/11/2023).

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kapuspen TNI, Puspen TNI juga sebagai penjuru terdepan dalam cipta dan kontra opini dalam menghadapi berbagai ancaman yang bersifat multi dimensi di era globalisasi dan kemajuan digital saat ini, baik pada tataran global, regional dan nasional yang dapat mempengaruhi kehidupan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saat ini Puspen TNI dalam proses pergantian nomenklatur, pergantian nama tersebut dianggap penting seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi yang mengharuskan TNI melakukan komunikasi publik secara dua arah (two way communications),” jelasnya.

Dihadapan 120 mahasiswa Universitas Nasional, Kapuspen TNI berharap para mahasiswa dapat memperluas wawasan dan pengetahuan seputar peran dan fungsi TNI dalam konteks informasi dan penerangan, dalam proses wawancara, tentu mahasiswa dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan nyata tentang bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh Puspen TNI untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kemudian juga, melalui kegiatan ini menciptakan peluang bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa (generasi z) untuk mengaitkan teori yang mahasiswa pelajari di bangku kuliah dengan aplikasinya dalam konteks nyata.

“Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya nyata mahasiswa untuk meningkatkan Interpersonal Skill, Kreatif Inovatif, mengembangkan diri untuk jadi Public Relation Handal, juga untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan analisis, dan pemahaman mendalam terhadap peran TNI dalam menyajikan informasi kepada publik,” jelas Kapuspen TNI.

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa mendapatkan materi mengenai Peran Sosial Media dalam Publikasi TNI oleh Kolonel (KH) Bayu Kurnianto, S. Kom., M. T.I., CHRMP; Kedua,  Binter TNI dalam perspektif Stakeholder Relations oleh Letkol Kav Catur Setyo  Wibowo, S.Pd, M.Sc.; Ketiga, Improving the capabality of public relation in TNI oleh Kolonel Arm Suhendro Oktosatrio.(Pusp)

Categories
TNI

Kadispenal Beri Kuliah Umum Mahasiswa Universitas Nasional Soal Information Warfare

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, menjadi pembicara dalam Seminar Nasional tentang Strategi Komunikasi TNI AL Dalam Membina Hubungan Masyarakat Melalui Media, di Universitas Nasional, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis, (28/07/2022).

Dalam paparannya dihadapan 150 peserta seminar, Kadispenal menjelaskan, Peperangan informasi merupakan suatu tindakan secara langsung atau tidak, baik pada masa damai maupun masa krisis (perang) yang menyentuh pada bidang sosial, ekonomi, industri dan sistem informasi elektronik militer.

“Perang informasi dilakukan untuk memanipulasi, meniadakan, mengacaukan atau menghancurkan informasi dan sistem informasi lawan,” ungkap Mantan Komandan Lanal Denpasar ini.

Perang informasi, lanjut Kadispenal, juga dikatakan sebagai perang media atau opini yang menjurus pada propaganda atau pshycology warfare.

“Walaupun propaganda itu bagian dari peperangan informasi,” tandasnya.

Dalam seminar nasional yang juga diikuti 200 peserta melalui video conference, Laksma Julius juga menjelaskan tujuan perang informasi untuk mendapatkan keuntungan bidang informasi atas lawan serta untuk mempengaruhi perilaku, menangkal atau mengakhiri konflik.

“Perang informasi untuk memenangkan perang dengan cepat dengan pengeluaran modal, sumber daya dan personel yang minimum serta korban yang minimum dari kedua belah pihak,” tuturnya.

Secara detail mengutip dari Megan Burns (Carnegie Mellon University), Kadispenal menyampaikan pula lima tahapan dalam perang informasi. Mulai pengumpulan informasi, pengiriman informasi, perlindungan informasi, manipulasi informasi dan penggangguan, pelemahan, dan penolakan informasi.

“Termasuk memalsukan informasi sehingga sistem musuh memilih keputusan yang salah, dan juga memblokade arus informasi,” ungkapnya jelas.

Seminar nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Nasional dengan dibuka oleh Wakil Dekan 2 Universitas Nasional Dr. Aos Yuli Firdaus, M.Si.

Adapun digelarnya seminar selain bertujuan untuk mensosialisasikan tugas-tugas strategis Dinas Penerangan TNI AL kepada masyarakat khususnya mahasiswa, juga memberikan pencerahan kepada mahasiswa tentang perang informasi yang terus berlangsung setiap saat.(disp)