Categories
Kesehatan Megapolitan

Tinjau Vaksinasi di GBK, Ketua Satgas Covid-19 Puji Semangat Para Tenaga Kesehatan

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang telah membantu pelaksanaan vaksinasi di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (03/07/2021).

Menurutnya, kiprah yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan tersebut merupakan wujud perjuangan untuk kemanusiaan dan bagian dari implementasi bela negara.

“Yang anda lakukan ini bagus sekali. Tetap semangat layani masyarakat, ya. Terima kasih,” ujar Ganip kepada para tenaga kesehatan.

Dalam peninjauan yang dilakukan bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut, Ganip Warsito yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu juga berpesan kepada para peserta penerima vaksin agar tetap menerapkan protokol kesehatan meski telah divaksin.

Sebab vaksinasi tersebut bukan berarti membuat seseorang terbebas dari infeksi virus SARS-CoV-2, melainkan akan memiliki imunitas yang lebih kuat dan minim gejala apabila terinfeksi virus.

“Tetap jaga protokol kesehatan. Karena itu kuncinya. Tidak cukup hanya vaksin saja,” kata Ganip.

Adapun pelaksanaan vaksinasi tersebut menargetkan penyuntikan kepada 22 ribu peserta pada hari ini. Selanjutnya, vaksinasi juga akan dilaksanakan kembali pada esok hari, Minggu (4/7) di tempat dan waktu yang sama.

Dalam hal ini, pelaksanaan vaksinasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian program “Satu Juta Vaksin Per Hari” yang digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia dalam rangka mengendalikan Covid-19.(pus/red)

Categories
Kesehatan TNI

176 Tenaga Kesehatan TNI Tiba di Wisma Atlet Kemayoran

Koran Jurnal, Jakarta – Kapuskes TNI Mayjen TNI DR. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS., M.H. selaku Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, menyambut kedatangan 176 Tenaga Kesehatan TNI dari Akademi Militer (Akmil) Magelang, bertempat di Pelataran RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (28/06/2021).

176 Tenaga Kesehatan TNI yang telah tiba tersebut akan ditempatkan di wilayah DKI Jakarta yang masih membutuhkan tenaga kesehatan, khususnya di Wisma Atlet Kemayoran, tempat isolasi khusus Orang Tanpa Gejala (OTG) Rusun Nagrak dan Rusun Pasar Rumput.

Di hadapan awak media, Koordinator RSDC Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono menyampaikan bahwa sesuai arahan Panglima TNI, TNI harus memberikan antisipasi perkuatan di semua lini untuk sama-sama membantu pemerintah guna menangani pandemi Covid-19, baik di dalam peningkatan kekuatan PPKM Mikro maupun juga di dalamnya adalah 3 T dan 5 M termasuk memperkuat vaksinasi.

“Saya bersyukur dan mengucapkan terimakasih telah diberikan kekuatan tenaga, ini tentunya bagian dari suatu secara keseluruhan program yang dilakukan untuk pengendalian atau penanganan pandemi Covid-19 Wisma Atlet ini,” ucapnya.

“Kami diberikan tenaga 120 Dokter Umum kemudian tenaga kesehatan lainnya yang semuanya berjumlah 176 personel, ini sangat membantu untuk kelancaran yang saat ini sedang betul-betul melakukan perbuatan dan kekuatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Nantinya para tenaga kesehatan tersebut untuk memperkuat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Rusun Nagrak dan juga Rusun Pasar Rumput.

“Kalau diperlukan lagi bisa kita tugaskan  untuk memperkuat di Posko PPKM Skala Mikro, namun itu juga akan disusun diatur sesuai dengan kepentingan pelayanan,” kata Mayjen TNI Tugas Ratmono.

Menurut Koordinator RSDC Wisma Atlet, dengan tambahan tenaga kesehatan ini tentunya bisa memberikan perkuatan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan tentunya ini juga akan ditingkatkan terus.

“Sebelum bertugas seluruh tenga kesehatan terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan lanjutan yakni tes PCR dan yang penting dalam pelaksanaan tugas harus saling komunikasi, koordinasi dan kolaborasi,” ujarnya.

“Karena setiap pelaksanaan tugas selalu terbagi oleh tim-tim yang banyak maka perlu komunikasi dan koordinasi yang baik serta berkolaborasi antara dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.(Pusp/red)

Categories
TNI

Dua Pesawat TNI AU C-130 Hercules Terbangkan Nakes, Bantu Pasien Covid-19 Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Dua pesawat TNI Angkatan Udara jenis C-130 Hercules menerbangkan 176 tenaga medis dari siswa Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karier TNI (Dikmapa PK TNI) dan Susgakes, serta 10 personel pendamping, Senin (28/06/2021).

Dua pesawat C-130 Hercules ini berasal dari Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma dan Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh, Malang

Keberangkatan tenaga medis ke Jakarta ini diawali dengan pelaksanaan Apel Keberangkatan di Baseops Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta yang dipimpin oleh Danpusdikma Kodiklat TNI, Brigjen TNI Haryanto Syahputra.

Turut hadir melepas keberangktan tenaga medis ini, Danlanud Adi Sutjipto, Marsma TNI M. Yani Amirullah beserta pejabat jajarannya.

Setelah Apel Keberangkatan, seluruh tenaga kesehatan dari siswa Dikmapa PK TNI dan Susgakes beserta 10 pendamping ini diterbangkan dari Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Keberangkatan tenaga medis ini dalam rangka membantu pennganan pasien COVID-19 yang saat ini sedang menjalani perawattan di sejumlah tempat di wilayah DKI Jakarta.(disp/red)

Categories
TNI

Panglima TNI: Ditengah Pandemi Covid-19 Kehadiran Tenaga Kesehatan TNI Sangat Krusial

Koran Jurnal, Jakarta – Ditengah pandemi Covid-19 ini, kehadiran tenaga kesehatan TNI sangat krusial karena pandemi Covid-19 telah membuat disrupsi dengan dampak yang belum pernah dirasakan sebelumnya, salah satu aspek yang terdampak paling besar adalah pelayanan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat melantik dan mengambil sumpah 164 Perwira Prajurit Karier TNI khusus Tenaga Kesehatan Tahun 2021 terdiri dari TNI AD 100 personel, TNI AL 42 personel dan TNI AU 22 personel yang dilaksanakan secara virtual (video conference) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (28/01/2021).

“Sejak awal tenaga kesehatan TNI sudah berperan sebagai ujung tombak dalam penanganan pandemi Covid-19, dan perlu diperkuat oleh tenaga kesehatan TNI di 109 Rumah Sakit TNI serta beberapa fasilitas kesehatan penanganan pasien Covid-19 lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, ditengah  berbagai kesulitan di awal tahun 2021 memberi harapan baru dengan kehadiran vaksin Covid-19, program vaksinasi nasional juga memerlukan partisipasi dan sinergi semua pihak agar hasilnya optimal.

“Disinilah peran tenaga kesehatan kembali dibutuhkan agar program ini dapat berjalan sesuai rencana, sebagai bentuk kontribusi nyata TNI dalam menyukseskan program Nasional ini maka 164 perwira Prajurit Karir TNI khusus Tenaga Kesehatan saya lantik menjadi Perwira pada hari ini,” ucap Panglima TNI.

“Prasetya Perwira atau pelantikan Perwira merupakan pintu gerbang menuju medan tugas, sumpah untuk memenuhi kewajiban kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berarti para Perwira akan mempersembahkan yang terbaik dalam pengabdiannya,” jelas Panglima TNI.

Panglima TNI menekankan kepada para Perwira yang baru dilantik untuk selalu berpegang teguh kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI serta senantiasa mengembangkan potensi diri menjadi Perwira yang adaptif, profesional yang membawa kemajuan untuk TNI kedepannya.

“Untuk itu selalu tingkatkan kemampuan komunitas kerja sama dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa dalam upaya bersama dalam menangani pandemi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Perwira Prajurit Karier TNI khusus Tenaga Kesehatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut, diwakili oleh 17 Perwira perwakilan dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Sedangkan prajurit yang disumpah lainnya mengikuti upacara dari Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Lulusan terbaik dari matra Darat diraih oleh Letda Ckm drg. Agung Ariesta Dheona, Matra Laut diraih oleh Letda Laut (K) dr. Stevano Mengko dan Matra Udara diraih oleh Letda Kes dr. Eka Pramudita. Sedangkan lulusan terbaik untuk kategori Wanita TNI diraih oleh Letda Ckm (K) drg. Junita Briskila dari Matra Darat.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan

Satgas Covid-19 Bentuk Bidang Perlindungan Khusus untuk Keselamatan Tenaga Medis dan Kesehatan

Koran Jurnal, Jakarta – Satgas Penanganan Covid-19 saat ini telah membentuk bidang baru yaitu Bidang Perlindungan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, hal ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan tenaga medis.

“Dan menurunkan penambahan angka kematian tenaga kesehatan akibat Covid-19 dengan pendekatan promotif dan preventif, serta kuratif dan rehabilitatif melalui respon cepat,” jelas Wiku memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (07/01/2021), yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Hal ini juga menurut Wiku sebagai upaya pemerintah melengkapi upaya penanganan pandemi Covid-19. Yang mana keberadaan tenaga kesehatan saat ini semakin berkurang karena gugur menjadi korban terpapar Covid-19.

Dari data yang disampaikan sebelumnya pada agenda keterangan pers pada Selasa (3/1/2021) lalu, Wiku menyebut bahwa hingga saat ini sudah tercatat ada 237 dokter yang meninggal. Dimana tren dokter yang meninggal cenderung mengalami peningkatan dan terutama terjadi di bulan Desember 2020.

Jika masyarakat terus abai dan tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat, maka fasilitas kesehatan yang ada tidak akan cukup menangani kasus-kasus baru. “Satu-satunya cara bagi masyarakat adalah dengan mencegah penularan dan menjalankan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” pesan Wiku.(KPC/red)

Categories
Kesehatan

Pemerintah Siapkan Hotel Bintang Tiga untuk Nakes dan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan dukungan hotel kelas bintang tiga, yang dapat dimanfaatkan bagi dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) yang merawat pasien Covid-19, serta untuk tempat isolasi mandiri bagi masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan.

Adapun langkah tersebut diambil sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. Selain itu, dukungan hotel tersebut juga diberikan mengingat bahwa isolasi mandiri di rumah tidak memungkinkan untuk dilakukan dan kasus klaster keluarga juga mengalami peningkatan.

“Bagi tenaga kesehatan, khususnya dokter dan perawat dan juga masyarakat kita yang statusnya positif Covid-19 namun tanpa gejala serta bergejala ringan,” kata Doni dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (17/09/2020).

Doni menjelaskan bahwa dukungan hotel untuk isolasi mandiri tersebut akan dilakukan di sembilan provinsi dengan kenaikan kasus positif cukup tinggi pada beberapa pekan terakhir.

Adapun ke sembilan provinsi tersebut meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua dan Bali.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan bahwa pemanfaatan hotel yang juga terselenggara atas kerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tersebut sekaligus guna menunjang kapasitas Rumah Sakit Darurat Covid-19 di tiap-tiap daerah untuk menampung pasien Covid-19.

“Akomodasi hotel ini disiapkan untuk menambah kapasitas di luar Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran dan lain-lain,” jelas Menparekraf Wishnutama Kusubandio.

Dalam implementasinya, Kemenparekraf juga telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna mendukung seluruh kesiapannya seperti tenaga kesehatan, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan dan pemanfaatan hotel tersebut.

“Kemenkes nantinya juga akan menyiapkan tenaga kesehatan untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan di setiap hotel termasuk memonitor pasien yang sedang menjalankan isolasi, termasuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung seperti obat, ambulance dan lain-lain,” terang Menparekraf.

Dalam memberikan dukungan tersebut, Kemenparekraf telah menyiapkan dana sebesar 100 miliar. Dana tersebut ke depannya akan digunakan untuk memenuhi segala fasilitas yang dibutuhkan dengan kapasitas 14 ribu pasien selama isolasi mandiri 14 hari, yang akan dimulai pada pekan depan.

“Termasuk fasilitas makan, minum dan laundry tiap harinya bagi setiap pasien Covid-19,” jelas Wishutama.

Adapun menurut Menparekraf Wishnutama, syarat bagi hotel yang dapat melaksanakan dukungan terebut harus betul-betul memenuhi syarat, sehingga dalam pelaksanaannya tidak menciptakan klaster baru penularan Covid-19. Kemudian, bagi hotel yang menjadi tempat isolasi tersebut juga dilarang untuk menerima tamu.

“Syarat bagi hotel yang terpilih adalah hotel tersebut harus dapat melaksanakan protokol kesehatan yang sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan, agar tidak menciptakan klaster baru,” jelas Wishnutama.

Sementara ini, sejumlah hotel yang telah siap memberikan dukungan bagi tenaga medis dan pasien Covid-19 tersebut menurut Menparekraf Wishnutama meliputi Yellow Hotel, Ibis Hotel, POP! Hotel, Mercure Hotel, Novotel Hotel di Jabodetabek, Ibis di Kota Bali dan Novotel di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, Kemenparekraf juga membuka peluang bagi hotel lain di Indonesia untuk bersama-sama mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19. Tentunya Menparekraf menekankan bahwa hotel yang ingin bergabung harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai apa yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Sedangkan bagi masyarakat yang hendak menggunakan fasilitas hotel sebagai tempat isolasi mandiri, wajib mengantongi surat rujukan dari puskesmas setempat.(hum/red)

Categories
Megapolitan Polisi

Ditlantas Polda Metro Gratiskan Biaya Pembuatan SIM untuk 214 Petugas Medis Wisma Atlet Kemayoran

Koran Jurnal, Jakarta – Satpas SIM Polda Metro Jaya menyiapkan 214 SIM gratis bagi ratusan petugas medis di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (03/07/2020).

“Ada 214 SIM gratis yang akan dibagikan untuk para petugas medis di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat,” kata Kasie SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Lalu Hedwin di Jakarta, Jum’at (03/07/2020).

Lalu Hedwin  menjelaskan, layanan  pembuatan SIM tersebut dilakukan bertepatan peringatan Hari Bhayangkara ke-74 dan biaya pembuatan SIM baru khusus tenaga medis dan relawan ditanggung Bank BRI.

Lanjut Hedwin, pihaknya telah mendapatkan data berupa daftar nama serta tenaga profesi tenaga medis yang akan membuat SIM.

“Jadi hari ini tinggal absen saja,” ujarnya.

Dalam pelayanan pembuatan SIM, Hedwin menegaskan pihaknya tetap menjalan protokol kesehatan tetap dengan pembatasan jarak antar pemohon SIM, pemakaian masker dan penyemprotan disinfektan usai pemohon mengurus pembuatan SIM baru.

“Kami juga akan menggelar tes (proses SIM) cepat,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 114 penggali makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, mendapatkan SIM A dan C baru yang pembiayaannya ditanggung Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Kegiatan itu difasilitasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Bank BRI bertempat di pelataran parkir kendaraan TPU Pondok Ranggon.(hum/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Para Penyair Puisi Esai Sumbang APD untuk RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Koran Jurnal, Jakarta – Sedikitnya 63 penulis puisi esai memberikan perhatian untuk para tenaga medis dan relawan covid-19 dengan menyumbangkan 63 APD (Alat Perlindungan Diri).

“Bagi kami, tim medis dan relawan adalah pahlawan di zaman covid-19. Karena itu, kami 63 penulis puisi esai ikut mendukung mereka, dengan cara menyumbangkan 63 baju APD bersertifikat. Satu penulis menyumbangkan satu APD.”

“Jangan dilihat bentuk dan jumlah derma kami. Lihatlah niat kami, niat para penulis, penyair, seniman, seniwati, untuk ikut bergotong royong bersama tim medis dan relawan, yang sudah mengambil resiko untuk menyembuhkan pasien.”

Demikian pesan yang disampaikan pengurus Kelompok Studi Proklamasi (KSP): Elza Peldi Taher, Jonminofri, Halimah Munawir, M. Jojo Rahardjo, dan pengurus IKATISA 31 (Tutut Adinegoro dan Nanang Susanto), serta penyair Fatin Hamama.

Mereka mewakili 63 penulis puisi esai dari Aceh dan Sumatra, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Malaysia, Brunei, Thailand, Singapura, Salomon Island, hingga Australia, untuk menyerahkan 63 APD tersebut kepada RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (02/06/2020).

Sementara Denny JA, penggagas puisi esai, mengatakan: “Banyak penulis yang merekam kisah pandemik virus corona untuk satu buku. Tapi para penulis puisi esai dari manca negara selangkah lebih maju lagi. Mereka tak hanya bersama sama merekam suara batin masyarakat dalam puisi esai mini yang dibukukan. Mereka juga bersama sama berderma.”

Denny mengutip lembaga yang berpusat di Inggris, Charities Aid Foundation. Lembaga ini melakukan riset pada 146 negara seluruh dunia. Negara mana yang penduduknya yang paling banyak berderma. Mereka membuat penilaian berdasarkan Indeks yang disebut World Giving Index.

Di tahun 2018, Indonesia terpilih rangking nomor satu. Posisi Indonesia dari sisi spirit masyarakatnya untuk berderma di atas negara Amerika Serikat, Australia, Canada, Bahrain, yang masuk 10 besar.

Para penulis puisi esai ini salah satu saja contoh spirit publik di Indonesia yang gemar berderma. Tak hanya dalam bentuk uang atau barang. Banyak pula rakyat Indonesia yang berderma menjadi sukarelawan, mendermakan tenaga, pikiran dan waktu.

Para penulis puisi esai manca negara ini, awal Juni 2020 ini, mempublikasikan buku mereka yang berisi kumpulan puisi esai mereka dengan judul: Love and Life in the Era of Corona. Aneka drama batin, kesedihan serta harapan, kematian, dan perjuangan menghadapi era pandemik terekam di sana.

Kata Denny, buku puisi esai itu pada waktunya akan dirujuk ketika kita ingin mendalami suasana batin era pandemik, yang datang mungkin hanya seratus tahun sekali.(JR/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Presiden Jokowi Apresiasi Para Naker Medis Lawan Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan bahwa saat ini, 209 negara di dunia termasuk Indonesia sedang menghadapi tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

“Masa yang berat bagi kehidupan kita, Bahkan pandemi korona ini telah membawa kesedihan bagi sebagian orang dan kesulitan bagi banyak orang. Dan kita semua mengalami perubahan besar dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia melalui kanal Youtube Biro Pers dan Media (BPMI), Sekretariat Presiden, yang diunggah pada hari Jum’at (10/04/2020).

Dalam kesempatan itu, Presiden sampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi dan terima kasih kepada semua dokter, semua perawat, dan seluruh tenaga medis yang telah berjuang di garis depan dan terus berjuang hingga kini, dan mereka yang telah menjalankan peran penting tanpa pamrih. Ia juga memberikan apresiasi kepada TNI/Polri dan para relawan yang telah melaksanakan di luar rumah untuk semua.

“Atas nama masyarakat dan negara, saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya karena apa yang Bapak/Ibu dan Saudara-saudara lakukan merupakan pengorbanan yang luar biasa,” tutur Presiden.

Tidak lupa, Presiden juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga yang telah tinggal di rumah.

“Karena dengan tinggal di rumah kita semua telah berupaya memutus mata rantai dan artinya telah menyelamatkan banyak keluarga dari virus ini,” tambah Presiden.

Kepala Negara mengajak untuk terus bersama-sama menangani pandemi ini bergotong royong bersatu padu karena dengan cara kebersamaan akan dapat mengatasi masalah ini.

“Kita tidak sendiri, kita bersama dengan negara-negara lain yang juga mengalami hal yang sama untuk bersama mengatasi pandemi ini, dan tetaplah bersabar, optimis, tetap disiplin berada di rumah,” Presiden menegaskan.

Pesan lain Presiden untuk menjaga jarak dalam berhubungan berinteraksi dengan orang lain, hindari kerumunan rajin mencuci tangan, dan pakailah masker ketika keluar rumah. Pada bagian akhir pesannya, Presiden mengingatkan bahwa ketika kedisiplinan kuat itu dilakukan, insyaallah akan kembali pada situasi dan kondisi normal dan dapat bertemu dengan saudara.

“Bertemu dengan teman bertemu dengan kerabat dan tetangga dalam situasi yang normal. Tapi untuk saat ini, marilah kita tetap berada di rumah saja,” pungkas Presiden. (DBPers/red)