Categories
Megapolitan

Surat Edaran Menaker, Perusahaan Diimbau Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) menerbitkan surat edaran (SE) terkait penerapan Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu untuk perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Surat edaran tersebut yakni Nomor M/6/HK.04/III/2026.

Kebijakan yang juga sebagai imbauan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pola kerja yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan.

“Para pimpinan perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD diimbau untuk menerapkan Work From Home (WFH) bagi pekerja/buruh selama satu hari kerja dalam satu minggu sesuai kondisi perusahaan, dengan pengaturan jam kerja ditetapkan oleh masing-masing perusahaan,” kata Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassierli dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (1/4/2026), yang turut dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, serta perwakilan LKS Tripnas dari unsur pengusaha dan pekerja.

Melalui SE tersebut, pelaksanaan WFH tetap menjamin hak pekerja. Upah/gaji dan hak lainnya dibayarkan sesuai ketentuan serta tidak mengurangi cuti tahunan. Pekerja yang menjalankan WFH tetap melaksanakan tugas dan kewajibannya, sementara perusahaan memastikan produktivitas dan kualitas layanan tetap terjaga.

Namun demikian, kebijakan WFH dapat dikecualikan bagi sektor-sektor yang memerlukan kehadiran fisik, seperti sektor kesehatan, energi, infrastruktur dan pelayanan masyarakat, ritel/perdagangan, industri dan produksi, jasa, makanan dan minuman, transportasi dan logistik, serta sektor keuangan.

Selain penerapan WFH, perusahaan juga diimbau melakukan upaya pemanfaatan energi secara lebih hemat di tempat kerja melalui penggunaan teknologi dan peralatan kerja yang lebih efisien, penguatan budaya penggunaan energi secara bijak, serta pengendalian dan pemantauan konsumsi energi melalui kebijakan operasional yang terukur.

Yassierli juga menekankan pentingnya pelibatan pekerja dan serikat pekerja dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, baik dalam merancang dan menjalankan program, membangun kesadaran bersama, maupun mendorong inovasi untuk menciptakan pola kerja yang lebih produktif dan adaptif dalam penggunaan energi.(hum)

Categories
Ekonomi Nasional

Perusahaan dan Pekerja Diminta Patuh terhadap Kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta manajemen perusahaan serta para pekerja untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

“Kebijakan pemerintah untuk memberlakukan PPKM Darurat adalah ikhtiar terbaik untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Semua pihak harus mematuhi untuk keselamatan kita bersama karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Menaker Ida dalam pernyataan resmi di Jakarta, Sabtu (03/07/2021).

Ida menegaskan bahwa kedisiplinan semua pihak mematuhi protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam PPKM Darurat adalah bagian dari upaya perlindungan atas keberlangsungan usaha, sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja di tempat kerja.

Kesehatan dan keselamatan pekerja, tegasnya, adalah prioritas utama yang dilakukan dalam bentuk pencegahan penyebaran di tempat kerja.

Dengan mengikuti aturan PPKM Darurat dan menjalankan protokol kesehatan diharapkan akan bisa menghentikan penyebaran Covid-19 klaster tempat kerja.

Jika kondisi telah membaik maka produktivitas kerja dan kelangsungan usaha akan berangsur pulih dan perekonomian juga kembali normal.

Lebih lanjut Ida juga memastikan jajarannya telah menginstruksikan para pengawas ketenagakerjaan di tingkat pusat dan daerah untuk turut membantu pelaksanaan Satgas Covid-19 dalam mengawal pelaksanaan PPKM Darurat di daerah masing-masing.

Dia pun meminta para pengusaha, serikat pekerja dan buruh serta masing-masing individu pekerja untuk meningkatkan dialog sosial dan saling bekerja sama untuk bertahan dalam menghadapi pandemi ini.

“Harus kita akui kondisi di masa pandemi ini sangat berat bagi semua orang. Tapi mau tidak mau kita harus bertahan. Saatnya pemerintah, pengusaha dan pekerja bekerja sama lebih erat sehingga kita bisa lalui masa pandemi ini dengan baik,” pungkasnya, seperti dilansir antaranews.(*)

Categories
Ekonomi Industri

Erick Thohir dan Menaker Ida Fauziah Teken MoU Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di BUMN

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) mengenai pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas di lingkungan BUMN.

“Komitmen bapak Presiden Joko Widodo, saya rasa untuk masyarakat yang memerlukan kebutuhan khusus ini tentunya merupakan komitmen yang riil,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (22/07/2020).

Menurut Erick, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian BUMN terus bersinergi untuk memastikan bahwa tidak hanya fasilitas namun juga keberpihakan kepada para tenaga kerja penyandang disabilitas.

“Kita harus memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, dan saya rasa komitmen tersebut sudah berjalan di BUMN di mana pada tahun ini kita sudah merekrut 178 (pekerja disabilitas) dan ini bagian dari komitmen dua persen,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Menaker Ida Fauziyah berharap BUMN sebagai salah satu penggerak roda perekonomian nasional, eksistensinya dibutuhkan untuk mencapai tujuan menyejahterakan rakyat.

“Kenapa kami mendorong MoU ini dilaksanakan pada hari ini, karena dalam kondisi yang normal saja teman-teman disabilitas mengalami banyak kesulitan apalagi dalam kondisi yang sulit seperti ini,” ujar Ida Fauziyah.

Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia dan Diaz Hendropriyono, pengurus Forum Human Capital Indonesia serta sejumlah pejabat tinggi terkait dari Kementerian BUMN dan Kementerian Tenaga Kerja. Acara tersebut juga disaksikan oleh 105 BUMN secara daring. Acara penandatangan tersebut kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Layanan Informasi Ketenagakerjaan Disabilitas atau Linkabilitas di Kementerian Tenaga Kerja.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2019 tercatat jumlah penduduk usia kerja penyandang disabilitas mencapai 20,98 juta orang dan angkatan kerja penyandang disabilitas sebanyak 10,19 juta orang. Sedangkan jumlah penyandang disabilitas yang bekerja sebanyak 9,91 juta orang dan pengangguran terbuka penyandang disabilitas sebesar 289.407 orang.

Sesuai amanat dalam UU Nomor 8 Tahun 2016, khususnya terkait Pasal 53 ayat (1) menyebutkan bahwa Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2016 tersebut, pemerintah menjamin pemenuhan dan kesamaan hak bagi para penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan atau keterampilannya.(ant/red)

Categories
Ekonomi IPTEK Nasional

Menaker Luncurkan Aplikasi Sistem Informasi Pekerja Migran Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pekerja Migran Indonesia (SIPMI).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menuturkan, aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Ini merupakan platform berbasis komunitas dimana dunia yang terkait dengan pekerja migran bisa terintegrasi langsung melalui sebuah platform berbasis digital,” ujar Menaker Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada peluncuran alpikasi SIPMI, di kantor Kemenaker RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Aplikasi yang dapat diunduh di playstore ini, kata Menaker Hanif, adalah kado bagi Pekerja Migran Indonesia, dan bisa dimanfaatkan oleh calon pekerja migran, pekerja migran, purna pekerja migran, pemerintah, dan semua pihak yang peduli terhadap perkembangan PMI.

“Terkait regulasi, tata cara dan proses migrasi ke luar negeri, keadaan negara tujuan migrasi dan lain sebagainya,” ringkas Menaker Hanif.

Menurut Menaker, aplikasi ini mudah diakses dan digunakan oleh semua orang terutama PMI baik di dalam maupun luar negeri.

“SIPMI menyediakan beberapa fasilitas seperti personal chatting, group cahtting, dan bisa juga dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan keluarga. Sekaligus melalui aplikasi ini pemerintah bisa menyerap apa yang menjadi aspirasi pekerja migran,” ujar Menaker Hanif Dhakiri.

Aplikasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendekatkan diri kepada stakeholder terkait migrasi terutama PMI.

Selain itu SIPMI juga dilengkapi dengan tombol panik agar dalam kondisi tertentu PMI dapat membutuhkan bantuan.

“Harapannya agar setidaknya ada pertolongan tingkat pertama,” tukas Menaker Hanif.

SIPMI merupakan salah satu wujud konkret kehadiran negara dalam meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi PMI yang sudah berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.(red)

Categories
Megapolitan

Guyuran Hujan Tak Surutkan Menteri Hanif Dhakiri dan Mahasiswa Peringati Lahirnya Sumpah Pemuda

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bersama ribuan Mahasiswa dari berbagai Almamater Perguruan Tinggi berkumpul dan melaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari lahirnya Sumpah Pemuda, yang digelar di lapangan Gelora Mahasiswa  Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10/2017).

Dari pantauan rekan tim media koranjurnal di lokasi, upacara yang dilaksanakan ditengah guyuran hujan deras tidak menyurutkan semangat Menteri Hanif Dhakiri dalam pemimpin upacara dan bersama ribuan Mahasiswa untuk mengenang perjuangan para pemuda-pemudi Indonesia yang pada saat itu telah mendeklarasikan tekad bulat segenap Pemuda Indonesia dengan menyatakan, Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.

Saat hujan mulai turun, Menteri Hanif Dhakiri yang mengenakan kemeja putih menyapa ribuan Mahasiswa. “Masih sanggup hujan-hujan,” tanya Menteri Hanif Dhakiri. “Sanggup!!!,” jawab ribuan Mahasiswa penuh semangat.

“Kita bersyukur hari ini kita memperingati Sumpah Pemuda dan kalau hari ini kita memperingati sumpah pemuda, kita hanya mendapatkan hujan, ya insya Allah membuat kita sehat. Kita nga perlu khawatir karena dulu pemuda-pemuda Indonesia bersumpah mempertaruhkan Jiwa Raga mereka. Namun hari ini kita cukup mempertaruhkan baju (almamater) untuk mengenang perjuangan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam sambutannya Menteri Hanif Dhakiri mengajak kepada seluruh mahasiswa khususnya pemuda-pemuda Indonesia untuk senantiasa bersyukur terhadap apa yang dikaruniai bangsa Indonesia sampai saat ini.

“Saya ingin mengajak kita semua untuk bersyukur, bersyukur menjadi Indonesia. Indonesia sebagai sebuah bangsa yang dikaruniai dengan kekayaan yang melimpah, dikaruniai berbagai macam kelebihan dan dikaruniai dengan berbagai kesempatan yang akhirnya membuat negara Indonesia menjadi negara besar,” ucapnya.

Selanjutnya, Menteri Hanif Dhakiri mengingatkan juga bahwa bangsa Indonesia memiliki keragaman suku, ras dan agama, namun Indonesia tetap satu.

“Kita patut bersyukur, kita bisa hidup di negara Indonesia yang berbeda-beda tetapi tetap satu. Dan menyongsong hari depan bersama-sama,” ucapnya.

Peringatan hari Sumpah Pemuda yang dikemas dengan Kuliah Akbar dan Deklarasi Kebangsaan 2017 serta pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh mahasiswa dari puluhan instansi Perguruan Tinggi se-DKI Jakarta, menandakan bahwa jiwa kebangsaan, nasionalisme dan semangat pemuda Indonesia tetap bergelora sepanjang waktu.

Dalam kesempatan itu, Menteri Hanif Dhakiri juga mengapresiasi kegiatan memperingati Sumpah Pemuda yang diselenggarakan gabungan Perguruan Tinggi, untuk memberikan semangat kebangsaan bagi para mahasiswa dan pemuda Indonesia.

“Ini inisiatif yang baik dan sangat positif. Dengan menggelorakan semangat kebangsaan yang toleran, melawan paham-paham radikalisme,” ungkapnya kepada wartawan usai acara tersebut.

Ditempat sama, Menaker menyampaikan pesan kepada generasi muda dan mahasiswa untuk selalu meningkatkan daya saing di era sekarang. ‎

“Harapan saya, era ini adalah era persaingan, kita ingin anak-anak kita khususnya mahasiswa juga mereka bisa terus meningkatkan daya saingnya dengan belajar dan bekerja lebih keras agar mereka bisa menjadi pribadi-pribadi yang berkompeten diatas standar,” tukasnya.

Pewarta : Anton